Tantangan Sinkronisasi SDM (TIK) Pendidikan Di Jawa Timur 2015-2020 (1) by;Kank Hari Santoso

Abstract: 
In the new holistic all-embracing world of twenty first century every organization,every nation ,every individual become both depositors into and with drawers from ,the bank of knowledge with comprises the learning society. They therefor need understand and use its assets for their own development. To keep itself alive to the wider,real world and often to return economically viable as state   funding diminishes ,education  needs partnership. Lifelong Learning  As Longworth and Davies .
Kita akan segera memasuki era dimana keterbukaan dan pasar bebas akan segera dimulai , sementara pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membentuk masyarakat  baru (netizen) yang memudahkan  insan pendidikan mengenal lebih dalam tentang ilmu pengetahuan secara lebih mudah ,lebih murah ,lebih cepat dan lebih terbarukan. Oleh karena itu Jawa Timur sebagai provinsi yang mempunyai kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia  harus dapat memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM). Semangat desentralisasi  Satuan Kerja Pemerintah Daerah  (SKPD ) Kabupaten dan Kota diJawa-Timur  harus terimplementasikan dalam jejaring kerjasama (networking) di beberapa bidang sekaligus mengembangkan akses kepemilikan berbagai akses sumber daya. Mengingat pengarusutamaan pembangunan di Jawa Timur teruju pada  3 pilar:


1.       Pemerataan dan Perluasaan Akses Pendidikan.yang diarahkan pada upaya memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai prioritas pembangunan di Jawa Timur.   Terutama perlunya
Pemerataan dan perluasan pada penentuan lokasi sekolah ,rayonisasi penerimaan baru,rencana penempatan pendidik ,rencana pengadaan dan pendistribusian buku serta peralatan pendidikan lainnya serta sistem informasi manajemen terpadu.

2.       Peningkatan Mutu,Relevansi dan Daya Saing  diharapkan dapat memberikan dampak bagi peningkatan kesehteraan social masayarakat dan meningkatkan mutu taraf hidup serta daya saing masyarakat Jawa Timur.  Sedangkan indikator mutu pendidikan bergantung dari kualitas lulusan,penyelenggaraan pendidikan seperti pendidik manajemen ,fasilitas ,kurikulum sistem yang diterapkan dan dana yang tersedia.

3.       Penguatan Tata Kelola,Akuntabilitas dan Pencitraan Publik dimaksudkan agar Jawa Timur menjadi Barometer pelayanan prima pendidikan secara nasional dan menjadi inspirasi bagi provinsi lain. 
Oleh karena itu  perlunya dibangun sebuah sistem singkronisasi , manajemen informasi dan komunikasi terpadu  antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan SKPD serta masyarakat ,mengingat  revolusi teknologi  informasi komunikasi (TIK)  memungkinkan cara berkomunikasi ,menyampaikan informasi dan menjalin relasi sudah menggunakan media TIK yang beragam.

Sistem  Informasi Komunikasi dan Manajemen terpadu  yang harus sudah mulai dijalankan tergantung dari kesiapan SDM Provinsi dan  masing masing daerah di Jawa Timur. Pada tahap awal,diperlukan komitmen dan koordinasi dari masing masing SKPD untuk mengintegrasikan  informasi penyelenggaraan pendidikan kepada masayarakat jawa timur.Disini peran Portal Dindik Jatim diharapkan mampu menjadi  mediator jujugan dari pengunjung web yang ingin mengetahui  pelayanan pendidikan di wilayah kerja Dinas Pendidikan Jawa timur dengan sekali klik (jika perlu)  

Pada tahap kedua, Dinas /instansi yang menjalankan pelayanan prima pendidikan berbasis TIK  harus mencari cara cara  untuk menindak lanjuti setiap pertanyaan,kritik dan complain  dari masyarakat ,atau kebijakan pendiikan dari provinsi maupun kemdikbud  melalui  kontak dan komunikasi lewat media baru dengan cara yang lebih kreatif . Pada fase inilah terutama petugas TIK  Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur  harus terintegrasi dengan bidang terkait,agar dapat memberikan ketepatan solusi dalam  memberikan pelayanan prima

Pada Tahap Ketiga ,Optimalisasi pemanfaatan TIK Pelayanan Prima Pendidikan dan Data base Akuntabilitas  tidak dapat  dipandang sebelah mata.Fungsi TIK pelayanan prima pendidikan adalah untuk memberikan informasi ,komunikasi,motivasi,edukasi,pembinaan dan solusi atas berbagai peermasalahan pelayanan pendidikan di daerah . Tanpa  data base akuntabilitas berbagai jenis kebutuhan,layanan dan solusi  berbagai informasi pendidikan maka akan sulit tercapai pelayananprima pendidikan yang optimal( bersambung).Nantikan kendala perilaku SDM dalam TIK pelayanan Prima.


Komentar