Bukan hanya sekedar Guru “Profesional”



“Katakanlah .Dialah yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian ,pendengaran penglihatan dan hati ..supaya kalian bersyukur kepada –Nya atas segenap nikmat Nya. Tetapi ,amat sedikit kalian bersyukur. QS al Mulk .23

Seorang guru profesional tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar sebagai basic competence ,ia harus punya elemen profesional menurut pasal 28,PP No 19 tentang SNP ,pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi ,yakni kompetensi pedagogik,kepribadian ,professional dan social .Dalam konteks itu ,maka kompetensi guru dapat diartikan sebagai pengetahuan yang utuh (knowledge),ketrampilan (knowhow ) dan sikap mental (Mental Attitude) dalam bentuk perangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang calon guru “professional”.ia harus memiliki kecakapan menggunakan berbagai jenis metode untuk menilai kemajuan belajar peserta didik secara berkelanjutan dan mengembangkannya berdasarkan rencana yang telah dibuat sesuai dengan perkembangan peserta didik.

Meskipun konsep pelayanan prima dibidang Pendidikan telah dilatihkan, seminar/workshop,buku dan dijadikan inovasi pedoman pembelajaran,namun masih banyak guru yang enggan mempraktekan dengan berbagai alasan.banyak yang beranggapan” terlalu teoritis ,ganti menteri ganti kebijakan /kurikulum !,kita para guru di buat makin bingung….!”

Pola pikir seperti itu yang melanda sebagian guru ini tentu harus di”luruskan ‘ mengingat kondisi masyarakat saat ini telah berubah drastic.Perilaku dan gaya hidup siswa telah berubah sangat cepat.sehingga setiap orang tua semestinya harus berjuang lebih keras dan berpikir lebih cerdas untuk berebut “pengaruh” .Termasuk para guru “profesional”.Sayangnya,banyak guru (“profesional”)

Yang tidak memperhatikan dan mempedulikan hal ini.Banyak sekolah yang akhirnya stagnan,terjebak hanya ber orientasi pada “prestasi”akademik saja atau malah tidak berprestasi karena para guru “profesional “ tidak memahami arti pendidikan yang sesungguhnya.

Ingat,siswa saat ini bisa lebih canggih dalam memperoleh berbagi informasi dari yang bermanfaat samapi informasi sampah.mereka mendapatkannya dari berbagai media;Koran majalah,radio ,televisi sampai internet secara mudah ,murah dan cepat.Akibatnya bisa mempengaruhi perilaku,gaya hidup dan karakter siswa.

Inilah saatnya para guru “professional “ menunjukan jati diri seorang guru yang sejati.Sebelum nya peran guru hanya memintarkan peserta didik dari sisi akademik saja .Namun sat ini ,membuat anak meraih nilai ujian nasional tertinggi saja tidak cukup.Siswa tidak bisa hanya dijelali berbagi macam teori . pendidikan memerlukan guru guru yang lebih dari sekedar” professional”.

Seorang guru yang lebih sekedar dari professional harus mempunyai future knowledge dan student knowledge.

Selain tugas ‘mengajar,seorang guru harus mengetahui besarnya pengaruh “dunia-luar sekolah”. Dengan begitu ,ia akan bisa menentukan rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan mempertimbangkan “potensi- utuh” siswa secara jujur ,apa saja potensi intelektual dan keberbakatan yang bisa dikembangkan.Siswa dan orang tuanya dapat dipastikan menghargai seorang guru yang jujur memikirkan kepentingan terbaik anaknya dari pada guru yang asal mengajar kurang akurat.

Selain future knowledge dan student knowledge seorang guru juga harus mampu menciptakan “value”,kebermaknaan siswa dalam belajarnya.”Value” ini ini tercipta dari kompetensi pedagogic melalui memahami peserta didik secara mendalam dengan memanfaatkan prinsip –prinsip perkembangan kognitif dan kepribadian siswa.Juga menerapkan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik ,kompetensi yang ingin dicapai serta tercipatanya iklim pembelajaran yang kondusif.Dengan memberikan saran ,layanan dan hubungan komunikasi yang harmonis sehingga mendapat respect dan trust dari siswa,orang tuanya dan masyarakat’

Mengingat “kejamnya “ dunia luar yang melingkupi siswa.Sebagai seorang guru professional tidak cukup hanya bangga dengan mengantar anak meraih Nilai Ujian Nasional Tertinggi atau melengkapi diri dengan segudang "porto folio" .Namun resep nya sederhana bekali diri anda dengan ketrampilan dan pengetahuan yang mendalam tentang keahlian ilmu yang anda miliki,pengaruh dunia yang dihadapi siswa,masa depan siswa dan terutama karakter unik siswa anda sendiri.

Komentar