Senin, 29 September 2014

SMKN 2 Batu Jatim “Apel de ros Tea”.

As the world becomes more interconnected and business becomes more complex and dynamic”. Peter Senge,  The  Art and Practice of Learning Organizational .  

Konsep pembelajaran di SMK bukan hanya mentransfer pengetahuan akan teori dan keterampilan saja melainkan mendorong semangat berkreasi untuk menghasilkan sebuah produk atau karya  kreatif. Sebagaimana yang dilakukan oleh SMKN 2 Batu Jawa Timur prodi Agribisnis disekolah ini  mengedepankan karya kreatif siswa mulai dari strategi  pemilihan lahan dan benih,proses merawat tanaman,teknologi panen dan teknologi olah pangan ,serta pemasaran bahkan sampai pada pemanfaatan limbah. 



Minggu, 28 September 2014

Tantangan Sinkronisasi SDM (TIK) Pendidikan Di Jawa Timur 2015-2020 (1) by;Kank Hari Santoso

Abstract: 
In the new holistic all-embracing world of twenty first century every organization,every nation ,every individual become both depositors into and with drawers from ,the bank of knowledge with comprises the learning society. They therefor need understand and use its assets for their own development. To keep itself alive to the wider,real world and often to return economically viable as state   funding diminishes ,education  needs partnership. Lifelong Learning  As Longworth and Davies .
Kita akan segera memasuki era dimana keterbukaan dan pasar bebas akan segera dimulai , sementara pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membentuk masyarakat  baru (netizen) yang memudahkan  insan pendidikan mengenal lebih dalam tentang ilmu pengetahuan secara lebih mudah ,lebih murah ,lebih cepat dan lebih terbarukan. Oleh karena itu Jawa Timur sebagai provinsi yang mempunyai kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia  harus dapat memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM). Semangat desentralisasi  Satuan Kerja Pemerintah Daerah  (SKPD ) Kabupaten dan Kota diJawa-Timur  harus terimplementasikan dalam jejaring kerjasama (networking) di beberapa bidang sekaligus mengembangkan akses kepemilikan berbagai akses sumber daya. Mengingat pengarusutamaan pembangunan di Jawa Timur teruju pada  3 pilar:

Kamis, 14 Agustus 2014

Membentuk Budi Pekerti Siswa Melalui Kartu Pelajar Pintar, Best Practice: SDN Rungkut Kidul 2 Sby

Dari pengalaman saya “membimbing” ribuan guru dan ratusan sekolah, saya makin  percaya bahwa banyak  sekolah berupaya  bukan hanya membangun kompetensi akademik  tapi juga membangun karakter dan akhlak peserta didik. Buat saya, pendidikan  bukanlah hanya pengajaran teori  sebagai sebuah kegiatan pembelajaran siswa. Pendidikan bukan hanya sekedar mencetak ijazah! Juga bukan akreditasi atau gengsi dari alumnusnya . Tapi, ia adalah sebuah kerangka berpikir yang mengingatkan bahwa semua  aktivitas pendidikan  sebenarnya harus dijalankan dengan menumbuh kembangkan  semua potensi yang dimiliki peserta didik.

Senin, 11 Agustus 2014

Humas Sekolah : Memanfaatkan TIK Dalam Membangun “Brand” Sekolah (1) Best Practice: SMKN 3 Kota Batu (bervideo)

Beragam informasi yang mewarnai  dunia pendidikan  di berbagai media  tentang penyelenggaraan pendidikan  Indonesia, dari berita prestasi sampai berita buruk wajah buram pendidikan Indonesia mewarnai  dan  mendominasi media massa  di tanah air. Sementara persekolahan  seolah tak berdaya menghadapinya. Sehingga bukan hanya dinas pendidikan  saja yang menjadi bulan-bulanan informasi yang bisa jasa tidak sepenuhnya benar , tetapi juga aspek pembelajaran disekolah itu sendiri, seperti berita kekerasan, kecurangan peyelenggraan UN,mutu lulusan, kualitas SDM pendidik, kompetensi siswa dsb.  Isu-isu seperti ini jika dibiarkan dapat menyulitkan sekolah bersangkutan terlebih akan membangun citra negative dimata stakeholder terutama dunia industry.

Sabtu, 12 Juli 2014

MBS: Teknik Membangun Identitas Karakter Sekolah (Kehumasan Sekolah )

Di era persaingan dalam dunia pendidikan membentuk karekter sekolah yang unik dan dipersepsi bermutu merupakan keniscayaan sekolah untuk mempertahankan eksistensinya,mengingat pertumbuhan sekolah dengan berbagai mutu layanan makin meningkatkan iklim persaingan. Jika sekolah tidak memiliki identitas karakter yang jelas pada proses dan mutu lulusannya,bisa bisa ditinggalkan masyarakat.
Identitas karakter sekolah tidak ubahnya adalah Brand Identity yang oleh David Aaker  dalam bukunya The Building Strong Brands sebagai   asosiai merek mempresentasikan untuk apa merek dibangun dan menyiratkan sebuah janji perusahaan kepada pelanggan . Dalam Manajemen Berbasis Sekolah,Brand Identity  bisa dimaknai bahwa proses kegiatan pembelajaran disekolah bersangkutan dapat mencerminkan visi dan misi sekolah yang dijanjikan kepada pelanggan.

Minggu, 29 Juni 2014

Kurikulum 2013 : Pentingnya Passion dan Imagination bagi Pendidik ,Case Study Sekolah Dasar Alam Pacitan (bervideo)

Seorang guru harus mampu menggambar sebuah  sketsa masa depan   tentang apa yang  ingin dicapai oleh siswanya melalui ilmu yang diajarkan sehingga siswa memiliki gambaran mental tujuan dan manfaat dari ilmu yang dipelajarinya !
Seorang guru bukan  hanya bisa  melihat tugas mengajar hari ini, tapi juga memberikan  sesuatu yang akan dicapai di kemudian hari oleh peserta didik.
Saya tertarik oleh sebuah kalimat yang disampaikan Vienke Van Dijk salah seorang pengajar/”guru -tamu” Bahasa Inggris  di sekolah/tersebut, tentang   dampak “passion”  dalam kegiatan mengajar terhadap  siswa yang     dapat membangkitkan minat dan daya serapnya dalam menguasai pembelajaran siswa.   Dan  Miss Vienke juga  berbicara tentang  "imagination" yang ada di Sekolah Dasar  Alam Pacitan untuk memahami Global Warming sejak dini, karena itu  "imagine"  tentang pentingnya  mengenal menyintai dan melestarikan harus dibangkitkan dalam diri siswa sejak dini. Dari  sekedar  alam sebagai media dan sumber belajar menjadi penanaman tentang “ value” kesadaran lingkungan dan pelestarian alam seisinya.

Sabtu, 28 Juni 2014

Kiat Membangkitkan Keteladanan Guru Kepada Siswa,Case Study :SMPN 1 Pacitan (bervideo)

“Dalam diri seorang nabi terdapat uswatun hasanah,teladan yang baik, demikian pula semestinya dalam setiap diri guru karena guru adalah “pewaris“ para nabi dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia" . Kank Hari Santoso, Konsultan SDM Unggul Indonesia.

Selain   keberanian menghadapi perubahan,seorang yang memiliki jiwa  pemimpin  harus bisa punya mimpi /gambaran besar tentang masa depan yang ingin diraihnya.  Seorang pemimpin selalu  berupaya untuk siap dalam menghadapi perubahan kondisi yang dihadapi dan  memiliki semangat untuk meraih harapan atau cita citanya.
Demikian juga membangkitkan jiwa kepimipinan dalam diri  siswa , dimulai dari keberanian siswa melepaskan diri dari “zona nyamannya” situasi kehidupan dirumah menjadi disiplin tinggi dalam kegiatan belajar disamping terus melakukan penguatan terhadap cita citanya agar perubahan itu tidak menjadi beban dalam kehidupan belajarnya, seperti  program pembelajaran di  SMPN 1 Pacitan  yang saya “kunjungi”.

Konsultasi Humas Pendidikan: 4 Ciri SDM Sekolah Tidak Berdaya Saing (2)

"Kank, Inovasi adalah kata kunci daya saing termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lantas SDM seperti apa yang   t...