Senin, 24 Desember 2012

Membangun Karakter Sopan Santun Di Sekolah .



Mengingat ,sopan santun adalah budaya langkah di kalangan siswa . Maka kami ingin  memulainya  dari kalangan guru dan karyawan ,bagaimana caranya..?










Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Q S Al ‘Ankabut : 2





Karakter sopan santun dideskripsikan sebagai kebiasaan saling menghormati antar warga sekolah ,sehingga tercipta budaya yang tua menyayangi yang muda dan yang muda menghormati yang tua.

Karena itu sopan santun semestinya


 dimulai dari internal pengelola sekolah dan dilanjutkan  kepada aturan ,tata tertib atau pembiasaan kepada siswa Jika kegiatan ini menjadi kebiasaan atau ruh menjadi  pelayanan pendidikan dikalangan guru maka ,tersenyum,menyapa dan memberi salam  bukan lagi hal yang menyulitkan   dan membuat canggung. Dengan budaya sopan santun seseorang bisa mengendalikan letupan emosi dalam bicara ,mereka bisa berbicara yang membuat orang menjadi tenteram.

Buat aturan main jika antar tenaga pendidikan dan tenaga non pendidikan  harus saling saling “menyapa” jika berpapasan ,demikian juga kepada para peserta didik. Saya teringat   hadis riwayat Bukhari –Muslim : “Barang siapa tidak memiliki kasih kepada sesama manusia maka tidak di kasihi Allah “.


Tentu  saja akan lebih optimal jika dimulai dari pimpinan sekolah yakni  kepala sekolah atau ketua yayasan dan semestinya  bukan dianggap  sekedar formalitas. Mengingat banyak atasan  yang enggan menyapa dengan keramahan dan sopan santun yang tulus lantaran demi harga diri dan  jaga gengsi. Sikap seperti ini yang bakal membuat pembiasaan karakter sopan santun  tidak berhasil di kembangkan di sekolah. Jika sudah hilang maka yang terjadi adalah budaya saling menjatuhkan diantara  guru dan berbicara dengan nada tinggi. Budaya kurang respect ini pada akhirnya menular sampai kepada siswa ,siswa pada akhirnya tidak menghargai guru dan bersikap kurang sopan  .


 Ke sopanan dan  santun adalah budaya yang harus dikembangkan disekolah sekaligus bisa menjadi differentiation    sekolah sebagai keunggulan bersaing. Jadi tidak ada salahnya mendesain pelayanan pendidikan dengan  mengembangkan budaya sopan santun disekolah.


Jika di sekolah budaya sopan santun menjadi  atmosfer kehidupan sekolah maka lebih mudah mengarahkan kepada siswa agar saling menghormati dan menghargai serta saling menyapa baik kepada guru ,tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta sesama siswa sehingga tercipta keharmonisan di sekolah itu.

Pada akhirnya siswa  memiliki sikap ,perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa aman dan senang atas kehadirannya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsultasi Humas Pendidikan: 4 Ciri SDM Sekolah Tidak Berdaya Saing (2)

"Kank, Inovasi adalah kata kunci daya saing termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lantas SDM seperti apa yang   t...