Kamis, 20 Februari 2014

Lebih Kreatif Dengan Manajemen Berbasis Sekolah, School Base Management Competitive Planning (SMP/SMA).


Pada intinya pengelolaan sekolah  adalah kegiatan menganalisa dan mendiagnosa lingkungan sekolah untuk  menemukan peluang dan kemungkinan kegagalan. Jika sekolah tidak memiliki kemampuan  untuk beradaptasi     terhadap tuntutan lingkungan dengan  manajemen sekolah nya, dapat dipastikan akan kalah dalam persaingan dan tidak efektif  lagi keberadaannya.
Dalam situasi persaingan yang sengit, dengan beragam kompleksitas tuntutan  kebutuhan  akan mutu dan manfaat pendidikan, kretifitas sangat  dibutuhkan dalam menyusun  strategi manajemen sekolah. Mengingat manajemen sekolah dituntut memiliki competitive advantage element  yang unik  sebagai pembeda keunggulan sekolah satu  dan yang lainnya. Nah, bagaimana  menyusun sebuah stategi manajemen yang jitu sangat ditentukan oleh keterampilan dan kreatifitas perancang (team ) dalam menganalisa dan mendagnosa lingkugan sekolah dan situasi “persaingan “.


“Pada dasarnya  bukan persoalan konsep  strategi menejemen sekolahnya  Kank  Hari  ,kata  satu kepala SMA Swasta  Favorit  di Surabaya ,Tapi .. bagaimana efektifitas kegiatan persekolahan dikaitkan dengan indikator “biaya” dan pencapaian prestasi siswa “.
Dalam penyusunan manajemen strategis persekolahan   semestinya mengembangkan tujuan  dari  peningkatan mutu pendidikan di sekolah bersangkutan secara luas  berdasar analisa situasi ,peluang dan tantangan yang dihadapi. Sedangkan implementasi dari  strategi tersebut  harus merupakan rencana tindakan yang spesifik ,meliputi ; penetapan target karakter yang akan di bentuk , etos dan etika pelayanan pembelajaran  , kehumasan sekolah  dan saluran informasi komunikasi kepada stake holder .
Strategi Perencanaan  MBS dimulai  dari kegiatan  menganalisa    target output  siswa –program sekolah – analisa persaingan  dan sistem informasi komunikasi. Analisa  target output siswa  dan program sekolah  meliputi kegiatan  analisa output siswa dan karakter siswa saat proses pembelajaran  berkaitan dengan program yang sedang dan akan dikembangkan  sekolah   sebagai  pedoman penyusunan  strategi dan  mengamati efektifitas pencapaian target yang direncanakan serta  perubahan tuntutan dan tantangan dunia pendidikan   yang berkembang .
Sedangkan pengembangan MBS meliputi pemilihan talenta peserta didik dan SDM sekolah berdasar atas analisa situasi, persaingan yang  ada. Pengambilan keputusan  pencapaian prestasi  peserta didik  menunjukkan kelompok siswa yang kebutuhan prestasi akan dicapai dengan strategi program pengembangan talenta siswa. Sistem penentuan program   ini menentukan bagaimana sekolah  memposisikan diri  dalam persaingan untuk memenuhi kebutuhan dan pencapaian prestasi peserta didik. Pemilihan strategi ini harus mempertimbangan  factor situasional dan persaingan dalam pengembangan program peningkatan prestasi belajar siswa sesuai jenjang satuan pendidikan.
Dalam hal tata kelola, akuntabililitas dan pencitraan publik yang sebagian besar merupakan tugas kehumasan sekolah  strategi yang digunakan adalah penentuan tentang ragam program pembelajaran , pelayanan prima , alokasi biaya dan publikasi diperlukan untuk pengembangan penentuan  positioning sekolah ditujukan untuk mendaptkan kepercayaan dan dukungan dari stakeholder .
Proses terakhir dari  manajemen sekolah strategis  adalah menganalisa efektivitas  dari plaksanaan strategi yang sudah dijalankan  semestinya dipusatkan pada eavaulasi dan peningkatan efektifitas kegiatan sekolah ,pelaksanaan yang optimal dan pengelolaan strategi MBS.
 MBS adalah arah yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mewujudkan visi misi sekolah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsultasi Humas Pendidikan: 4 Ciri SDM Sekolah Tidak Berdaya Saing (2)

"Kank, Inovasi adalah kata kunci daya saing termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lantas SDM seperti apa yang   t...