Sabtu, 31 Januari 2015

Peran SDM Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pelayanan Prima Pendidikan (dan Kebudayaan) di Jawa Timur .

Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)  sudah semestinya menjadi bagian  dari sistem komunikasi dan pelayanan prima pendidikan yang terpadu. Berkembangnya multimedia dan internet akan semakin memperkuat relasi penentu kebijakan dengan stake holder pendidikan beserta jajarannya. Oleh karena itu  bidang  unit kerja yang berkaitan dengan “komunikasi –massa” semakin menjadi andalan dalam program komunikasi –sosialisasi- edukasi –informasi dan konsultasi  dalam saluran pelayanan yang terpadu (sikronisassi dan integrasi pelayanan). Ada  beberapa alasan mengapa begitu penting pemanfaatan TIK bagi  strategi pelayanan prima pendidikan:
   Video Ragam Pendidikan Jawa Timur; Prod. Dinas Pendidikan Jawa Timur-UPT Tekkomdik 

Kamis, 29 Januari 2015

Kunci Membangun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (3T)di Jawa Timur : Case Study PKBM Maju Lancar Kab Pacitan)

Seperti diketahui meningkatkan kapasitas dan mutu sumber daya manusia di Jawa Timur  tidak hanya melalui pendidikan formal saja.  Tidak semua orang  memiliki nasib baik untuk menempuh pendidikan formal  sehingga ada sebagaian masayarakat yang tidak beruntung tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai.  Agar supaya mereka menjadi  SDM handal yang memiliki mutu kompetensi dan daya saing maka diperlukan upaya- upaya memberdayakan mereka dengan beragam cara, termasuk  diantaranya program kejar paket.

Namun pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Lancar Kab Pacitan  hanya mengandalkan kejar paket saja  tentu saja tidak cukup. Kenapa ..? Karena masyarakat memiliki kebutuhan yang beragam terutama jika menyangkut perekonomian keluarga dan kesejahteraannya.  Karena itu sosialiasi program paket tidak bisa berupa himbauan pentingnya memiliki ijasah kesetaraan , yang lebih memberikan kesadaran kognitif semata.

Sebagaimana  pendapat Knowles, M  dalam bukunya The modern practice  of adult education , Andragogy versus pedagogy  . Pengertian pendidikan orang dewasa(andragogy) diartikan sebagai proses pendidikan membantu orang dewasa menemukan dan menggunakan penemuan penemuan bidang pengetahuan yang berhubungan dengan latar belakang social dan situasi pendidikan untuk mendorong pertumbuhan dan kesehatan individual,organisasi dan masyarakat.
Simak Video Ragam Pendidikan Jawa Timur Ini ;

Selasa, 13 Januari 2015

Manajemen Kehumasan : Ekstrakurikuler Sinematografi SMAN 1 Probolinggo (case study)

Kegiatan ekstrakurikuler sinematografi  diselenggarakan untuk mewadahi minat siswa dalam perfilman dan  fotografi untuk mencetak peserta didik yang memiliki wawasan, skill dan kompetensi  dibidang sinema. Keunggulan inilah yang menarik perhatian siswa untuk bergabung dalam kegiatan ini sekaligus meraih prestasi sampai  tingkat internasional.

Selain  berbagai prestasi dibidang seni dan olah raga SMAN 1 Probolinggo ,kurikulumnya disusun berdasarkan SKS sehingga siswa yang memiliki kompetensi akademik dapat menyelesaikan beban belajarnya lebih cepat dari umumnya sehingga waktu pembelajarannya bisa lebih efektif dan bisa digunakan untuk meraih prestasi yang lain. Sehingga para lulusan SMAN 1 Probolinggo  dapat memiliki life skill yang berdaya saing.


Sabtu, 10 Januari 2015

Praktek Kehumasan Sekolah: Sekolah Adiwiyata ,SMAN 1 Dampit Malang (Case Study-bervideo)

Membangkitkan awareness peserta didik untuk peduli lingkungan saja tidak cukup,bagaimana merancang stategi pembelajaran agar karakter peduli lingkungan dan cinta tanah air dapat mengkristal dalam pribadi siswa..?. Bagaimana membangkitkan need of achievement dan result orientation learning peserta didik melalui pembelajran berbasis lingkungan hidup ..? Simak dalam kajian bedah Manajemen Kehumasan Sekolah,bersama Kank Hari Santoso,Pakar Kehumasan Sekolah ( sejak 2004) berikut ini :

Kelestarian lingkungan dimasa depan adalah tanggung jawab generasi masa kini,oleh karena kesadaran untuk membangun karakter genrasi muda yang mencintai lingkungan harus ditanamkan sejak dini. SMAN 1 Dampit   Malang yang berangkat dari  positioning strategy  sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan dengan citra sekolah adiwiyata  dalam perjalannya  terus megembangkan berbagai aktivitas pembelajaran dengan kurikulum yang mengandung muatan pelestarian lingkungan. Oleh karena itu  tenaga pendidik dan kependidikan  didorong dalam pengembangan kompetensi profesional sebagai tenaga pendidik yang berwawasan lingkungan. Dengan  lahan yang hampir mencapai 3 hektar sekolah yang berdiri pada tahun 1985 ini sangat memadai mengembangan kurikulum pembelajaran dengan muatan lingkungan.

Dalam bukunya Creating Learning Community,  William Ells menyatakan  :..In  the new paradigm, learning is an act of self  volution. It s a self actuated process of creating skill , discovering knowledge and satisfying ones’ own curiosity”. 

Selasa, 23 Desember 2014

Pembiasaan Pemanfaatan TIK untuk Siswa, SDN Benowo 1 Surabaya. (Case Study)

Sebenarnya tidak pernah ada  media  TIK yang benar benar user friendly  untuk kegiatan pembelajaran,menurut saya, yang  ada ,adalah bisa diajarkan dengan cara yang sederhana sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik .karena  jika ingin efektif  dampaknya terhadap kegiatan pembelajaran yang lebih besar tentu sarana TIK dan kesiapan SDM menjadi dasar dari kegiatan pemanfaatan dan pendayagunaan media TIK pembelajaran .  Sebagaimana kegiatan pembelajaran  berbasis TIK yang dilaksanakan di SDN Benowo 1 Surabaya.

Agar  pemanfataan dan pendayagunaan TIK pembelajaran bisa efektif, para pendidik harus menguasai ketrampilan memanfaatkan TIK Pembelajaran disamping ketersediaan sarana dan prasarana. Harus mengerahkan swadaya masyarakat terutama dalam ketersediaan sarana,kalau memilih pembelajaran berbasis internet maka ketersediaan  akases menjadi jaminan kegiatan pembelajaran berjalan secara optimal.  Cara lain dalam pemanfaatan TIK  adalah memanfaatkan aneka fitur presentasi seperti power point dan flash sebagai aktivitas siswa  ber TIK.

Membangun Karakter Berbudaya di SDN Pucang 1 Sidoarjo (Case Study)

KALAU  banyak sekolah mengenalkan kebudayaan hanya sebatas pada kegiatan hafalan ragam seni dan budaya di Indonesia  melalui kegiatan pembelajaran . SDN Pucang  1 Sidoarjo justru mengembangkan pengenalan budaya dan seni   dalam  pembiasan sehari hari sebagai upaya membangun karakter peserta didik. Oleh karena dalam proses pembelajrannya setiap anak diberi kesempatan dan diberi pengetahuan tentang arti budaya itu sendiri salah satunya menjadikan ”Sewu Kutho” sebagai lagu wajib disekolah itu dan sekaligus dijadikan icon sekolah.

Pembiasaan dimulai dari pengenalan dan dibiasakan  sebagaimana yang disampaikan 
Bpk H Agustinus Hs SSn. SPd Msi  selaku guru pembina   pembelajaran kesenian di sekolah  maka Pengenalan pertama adalah membuat anak cinta dan suka terhadap budaya diciptakanlah suasana pembelajaran yang senang dan rileks. Sehingga anak dapat  menikmati ,menghayati dan sekaligus mendapatkan pengalaman yang menyenangkan belajar seperti bermain, tidak dalam kondisi stress belajar apalagi  karena paksaan.
  

Minggu, 21 Desember 2014

Pembelajaran Bilingual di SD Widya Wiyata Sidoarjo (Case Study) ,Mengapa Tidak ..?

Ketika sekolah RSBI diputuskan untuk dihentikan oleh pemerintah  bukan berarti kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris juga ikutan dihentikan. Untuk membekali siswa SD dengan memiliki keterampilan bahasa inggris tanpa kehilangan jati diri kebangsaannya SD Widya Wiyata Sidoarjo menyelenggarakan pembelajaran Bilingual kepada peserta didik yang mendapat dukungan sepenuhnya dari orang tua siswa.
Untuk merancang kegiatan pembelajaran tersebut dimulai dari  content pembelajaran yakni kombinasi dari kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal yang berupa keterampilan Bahasa Inggris sebagai keterampilan utama dalam setiap kegiatan KBM .

Konsultasi Humas Pendidikan: 4 Ciri SDM Sekolah Tidak Berdaya Saing (2)

"Kank, Inovasi adalah kata kunci daya saing termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lantas SDM seperti apa yang   t...