Dengan pesatnya perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
sudah semestinya menjadi bagian
dari sistem komunikasi dan pelayanan prima pendidikan yang terpadu.
Berkembangnya multimedia dan internet akan semakin memperkuat relasi penentu
kebijakan dengan stake holder
pendidikan beserta jajarannya. Oleh karena itu bidang unit kerja yang berkaitan dengan “komunikasi –massa”
semakin menjadi andalan dalam program komunikasi –sosialisasi- edukasi –informasi
dan konsultasi dalam saluran pelayanan
yang terpadu (sikronisassi dan integrasi pelayanan). Ada beberapa alasan mengapa begitu penting
pemanfaatan TIK bagi strategi pelayanan
prima pendidikan:
Video Ragam Pendidikan Jawa Timur; Prod. Dinas Pendidikan Jawa Timur-UPT Tekkomdik
Diklat Manajemen Berbasis Sekolah berdasarkan pengalaman dan riset nyata best practice sekolah sekolah unggul, oleh Kank Hari Santoso , Pakar MSDM , Praktisi Pendidikan dan Motivator . Hub 085739641111
Sabtu, 31 Januari 2015
Kamis, 29 Januari 2015
Kunci Membangun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (3T)di Jawa Timur : Case Study PKBM Maju Lancar Kab Pacitan)
Seperti diketahui meningkatkan kapasitas dan mutu sumber
daya manusia di Jawa Timur tidak hanya
melalui pendidikan formal saja. Tidak semua
orang memiliki nasib baik untuk menempuh
pendidikan formal sehingga ada sebagaian
masayarakat yang tidak beruntung tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang
memadai. Agar supaya mereka menjadi SDM handal yang memiliki mutu kompetensi dan
daya saing maka diperlukan upaya- upaya memberdayakan mereka dengan beragam
cara, termasuk diantaranya program kejar
paket.
Namun pusat kegiatan Belajar Masyarakat
(PKBM) Maju Lancar Kab Pacitan hanya
mengandalkan kejar paket saja tentu saja
tidak cukup. Kenapa ..? Karena masyarakat memiliki kebutuhan yang beragam
terutama jika menyangkut perekonomian keluarga dan kesejahteraannya. Karena itu sosialiasi program paket tidak
bisa berupa himbauan pentingnya memiliki ijasah kesetaraan , yang lebih
memberikan kesadaran kognitif semata.
Sebagaimana pendapat Knowles,
M dalam bukunya The modern practice of adult
education , Andragogy versus pedagogy .
Pengertian pendidikan orang dewasa(andragogy) diartikan sebagai proses
pendidikan membantu orang dewasa menemukan dan menggunakan penemuan penemuan
bidang pengetahuan yang berhubungan dengan latar belakang social dan situasi
pendidikan untuk mendorong pertumbuhan dan kesehatan individual,organisasi dan
masyarakat.
Simak Video Ragam Pendidikan Jawa Timur Ini ;
Selasa, 13 Januari 2015
Manajemen Kehumasan : Ekstrakurikuler Sinematografi SMAN 1 Probolinggo (case study)
Kegiatan ekstrakurikuler sinematografi diselenggarakan untuk mewadahi minat siswa
dalam perfilman dan fotografi untuk
mencetak peserta didik yang memiliki wawasan, skill dan kompetensi dibidang sinema. Keunggulan inilah yang
menarik perhatian siswa untuk bergabung dalam kegiatan ini sekaligus meraih
prestasi sampai tingkat internasional.
Selain berbagai prestasi dibidang seni dan olah raga
SMAN 1 Probolinggo ,kurikulumnya disusun berdasarkan SKS sehingga siswa yang
memiliki kompetensi akademik dapat menyelesaikan beban belajarnya lebih cepat
dari umumnya sehingga waktu pembelajarannya bisa lebih efektif dan bisa
digunakan untuk meraih prestasi yang lain. Sehingga para lulusan SMAN 1
Probolinggo dapat memiliki life skill yang berdaya saing.
Sabtu, 10 Januari 2015
Praktek Kehumasan Sekolah: Sekolah Adiwiyata ,SMAN 1 Dampit Malang (Case Study-bervideo)
Membangkitkan awareness
peserta didik untuk peduli lingkungan saja tidak cukup,bagaimana merancang
stategi pembelajaran agar karakter peduli lingkungan dan cinta tanah air dapat
mengkristal dalam pribadi siswa..?. Bagaimana membangkitkan need of achievement dan result orientation learning peserta
didik melalui pembelajran berbasis lingkungan hidup ..? Simak dalam kajian
bedah Manajemen Kehumasan Sekolah,bersama Kank Hari Santoso,Pakar Kehumasan Sekolah
( sejak 2004) berikut ini :
Kelestarian lingkungan dimasa depan adalah tanggung jawab
generasi masa kini,oleh karena kesadaran untuk membangun karakter genrasi muda
yang mencintai lingkungan harus ditanamkan sejak dini. SMAN 1 Dampit Malang
yang berangkat dari positioning strategy sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan
dengan citra sekolah adiwiyata dalam
perjalannya terus megembangkan berbagai
aktivitas pembelajaran dengan kurikulum yang mengandung muatan pelestarian
lingkungan. Oleh karena itu tenaga pendidik
dan kependidikan didorong dalam pengembangan
kompetensi profesional sebagai tenaga pendidik yang berwawasan lingkungan. Dengan lahan yang hampir mencapai 3 hektar sekolah
yang berdiri pada tahun 1985 ini sangat memadai mengembangan kurikulum
pembelajaran dengan muatan lingkungan.
Dalam
bukunya Creating Learning Community, William Ells menyatakan :..In the new paradigm, learning is an act of self volution. It s a self actuated process of
creating skill , discovering knowledge and satisfying ones’ own curiosity”.
Selasa, 23 Desember 2014
Pembiasaan Pemanfaatan TIK untuk Siswa, SDN Benowo 1 Surabaya. (Case Study)
Sebenarnya tidak
pernah ada media TIK yang benar benar user friendly untuk kegiatan
pembelajaran,menurut saya, yang ada
,adalah bisa diajarkan dengan cara yang sederhana sesuai dengan perkembangan
kognitif peserta didik .karena jika
ingin efektif dampaknya terhadap
kegiatan pembelajaran yang lebih besar tentu sarana TIK dan kesiapan SDM
menjadi dasar dari kegiatan pemanfaatan dan pendayagunaan media TIK
pembelajaran . Sebagaimana kegiatan
pembelajaran berbasis TIK yang dilaksanakan
di SDN Benowo 1 Surabaya.
Agar pemanfataan dan pendayagunaan TIK pembelajaran
bisa efektif, para pendidik harus menguasai ketrampilan memanfaatkan TIK
Pembelajaran disamping ketersediaan sarana dan prasarana. Harus mengerahkan
swadaya masyarakat terutama dalam ketersediaan sarana,kalau memilih
pembelajaran berbasis internet maka ketersediaan akases menjadi jaminan kegiatan pembelajaran
berjalan secara optimal. Cara lain dalam
pemanfaatan TIK adalah memanfaatkan
aneka fitur presentasi seperti power point dan flash sebagai aktivitas
siswa ber TIK.
Membangun Karakter Berbudaya di SDN Pucang 1 Sidoarjo (Case Study)
KALAU banyak sekolah mengenalkan kebudayaan hanya
sebatas pada kegiatan hafalan ragam seni dan budaya di Indonesia melalui kegiatan pembelajaran . SDN Pucang 1 Sidoarjo justru mengembangkan pengenalan
budaya dan seni dalam pembiasan sehari hari sebagai upaya membangun
karakter peserta didik. Oleh karena dalam proses pembelajrannya setiap anak
diberi kesempatan dan diberi pengetahuan tentang arti budaya itu sendiri salah
satunya menjadikan ”Sewu Kutho” sebagai lagu wajib disekolah itu dan sekaligus
dijadikan icon sekolah.
Pembiasaan
dimulai dari pengenalan dan dibiasakan sebagaimana yang disampaikan
Bpk H Agustinus
Hs SSn. SPd Msi selaku guru pembina pembelajaran kesenian di sekolah maka Pengenalan pertama adalah membuat anak
cinta dan suka terhadap budaya diciptakanlah suasana pembelajaran yang senang
dan rileks. Sehingga anak dapat menikmati ,menghayati dan sekaligus mendapatkan
pengalaman yang menyenangkan belajar seperti bermain, tidak dalam kondisi
stress belajar apalagi karena paksaan.
Minggu, 21 Desember 2014
Pembelajaran Bilingual di SD Widya Wiyata Sidoarjo (Case Study) ,Mengapa Tidak ..?
Ketika sekolah RSBI diputuskan untuk dihentikan oleh
pemerintah bukan berarti kebutuhan pembelajaran
Bahasa Inggris juga ikutan dihentikan. Untuk membekali siswa SD dengan memiliki
keterampilan bahasa inggris tanpa kehilangan jati diri kebangsaannya SD Widya
Wiyata Sidoarjo menyelenggarakan pembelajaran Bilingual kepada peserta didik
yang mendapat dukungan sepenuhnya dari orang tua siswa.
Untuk merancang kegiatan pembelajaran tersebut dimulai dari content pembelajaran yakni kombinasi dari kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal yang berupa keterampilan Bahasa Inggris sebagai keterampilan utama dalam setiap kegiatan KBM .
Untuk merancang kegiatan pembelajaran tersebut dimulai dari content pembelajaran yakni kombinasi dari kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal yang berupa keterampilan Bahasa Inggris sebagai keterampilan utama dalam setiap kegiatan KBM .
Langganan:
Komentar (Atom)
Konsultasi Humas Pendidikan: 4 Ciri SDM Sekolah Tidak Berdaya Saing (2)
"Kank, Inovasi adalah kata kunci daya saing termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lantas SDM seperti apa yang t...
-
Kank ,beberapa waktu yang lalu salah satu guru kami melakukan tidakan tidak terpuji kepada siswa yakni menampar dan menghina siswa ,siswa ...
-
Kank Hari Santoso Diklat Jurnalistik Siswa & Humas Sekolah Diakui atau tidak kita hidup di era digital dan sosial media dimana isi...
-
"Kank, Inovasi adalah kata kunci daya saing termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lantas SDM seperti apa yang t...





