- Falsafah Pendidikan
- Orientasi Pembelajaran
- Ruang lingkup makna belajar
- Perspketif Pembelajaran
- Peran Masyarakat
- Pondasi Pelayanan Prima Pendidikan
Diklat Manajemen Berbasis Sekolah berdasarkan pengalaman dan riset nyata best practice sekolah sekolah unggul, oleh Kank Hari Santoso , Pakar MSDM , Praktisi Pendidikan dan Motivator . Hub 085739641111
.Mengelola Kantin Kejujuran Yang Sukses
Kantin Kejujuran adalah sarana membangun karakter jujur pada diri siswa khususnya dan seluruh warga sekolah.Namun dalam perjalanannya banyak kantin kejujuran tutup lantaran ,perilaku dari siswa dan warga sekolah yang tidak konsisten.Dalam kantin kejujuran ,proses pembelian,pengambilan barang dan pembayaran adalah bertransaksi dengan hati nuraninya sendiri. Sehingga hanya tidak ada pengawasan dari pihak lain kecuali dirinya sendiri.Karena itu sebelum proses pendirian kantin kejujuran diperlukan membangun mental set jujur terlebih dahulu sebelum dibuka pendiriannya.
“Pengenalan Manfaat Jujur”
Jika Target nya siswa maka mengenali perkembangan psiko social nya ,pengenalan,pendalaman,pembiasaan dan budaya jujur harus segera dilakukan .Baik diberikan materi khususnya manfaat jujur bagi siswa oleh guru agama ,atau diselipkan pada setiap mata pelajaran,maupun menghiasi kelas dengan spanduk ,poster stiker pro kejujuran. Sehingga anak memiliki proses jejak rekam arti kejujuran dalam benaknya dari mendengar,membaca,merasakan,mendapatkan dukungan teman sebaya dan terciptanya kebiasaan jujur dalam kelas maupun sekolah.. Tidak boleh dilupakan manajemen sekolah berkarakter jujur harus disosialisasikan & dikomunikasikan kepada orang tua siswa agar memiliki kesamaan “atmosfir” antara sekolah dan lingkungan keluarga. Sehingga anak mengalami sendiri indahnya berperilaku jujur.
Produk (apa yang mau dijual)
Menjual produk pada kantin kejujuran adalah sesuai dengan Target dan Segmentation pasarnya,targetnya siswa dengan segmentasi uang sakunya. Setelah menentukan Target dan segmentasinya maka akan mudah belanja barang untuk memenuhi kebutuhan dan kebiasaan jajan siswa .Lantaran model transaksinya “self service” ambil sendiri & bayar sendiri ,buatlah /sediakan brang yang memiliki harga satuan.Sekian ribu rupiah untuk satu barang yang tersedia sesuai harga satuannya.
Price (Dijual dengan harga berapa )
Dalam penentuan harga satuan sebaiknya ditentukan .diberi label harga tiap satuan barang. Misal @ Rp 500an. @rp 1000an dsb sesuai satuan pecah mata uang ,Rp 500 ,Rp 1000,Rp 2000,Rp 5000,-. Sehingga lebih memudahkan siswa untuk menentukan barang apa yang dibeli sesuai dengan satuan pecah uang saku yang dimiliki.
Place (ditempatkan dimana )
Display produk ,barang yang dujual sebaiknya ditempatkan ditempat yang mudah terlihat dan lapang. Seperti dikoridor antar kelas ,dekat kantor guru dsb. Harapanya disamping mudah dipantau namun juga memberikan keleluasaan pembeli,agar tidak berjubel dan sempit.
Tempat pembayaran bisa terbuka ,atau tertutup .Jika terbuka dikhawatirkan menjadi sulit terkendali uang yang masuk, lantaran ada kecurangan .Atau tertutup dengan resiko tidak ada uang kembalian..
Promotion
Kantin kejujuran harus dipromosikan dikenal bukan saja sebagai tempat jualan produk kebutuhan jajan anak anak melainkan character value yang didapt siswa ,melalui berbagai media sekolah,
Analisa keuangan
Jika stok barang + uang yang terkumpul > modal maka transaksi hari itu kantin kejujuran mengalami keuntungan. Jika stok barang + uang yang terkumpul < modal kantin kejujuran mengalami kerugian.
Kerugian bisa disebabkan perilaku curang pembelinya,sto barang terlalu banyak ,keuntungan sedikit vs barang hilang ,perilaku pengelola dsb.
Simulasi
Sebelum membuka kantin lakukan “simulasi “ pada periode uji coba ,berilah giliran tiap kelas untuk merasakan indahnya jujur bertransaksi dikantin kejujuran.
Niat yang baik harus terus dikembangkan agar kebaikan terus berkembang,jangan takut gagal karena anada bisa mengevaluasi penyebab kegagalan selamat mencoba.
“Kalau bukan lantaran saya suka futsal yang saya gemari sejak kecil ,dimana saya sangat menguasainya.tentu tak ada prestasi yang saya banggakan.Saya merasa PD dan suatu saat menjadi pemain bola ternama”kalimat siswa pemikir orisinal. Original –Thinking.
“Telah disajikan minuman kepada Rosulullah SAW,lalu beliau meminumnya sedang disebelah kanannya terdapat seorang anak remaja dan disebelah kirinya duduk orang dewasa. Sesudah minum beliau bertanya kepada remaja ;”apakah engaku setuju jika aku memberi minum mereka terlebih dulu kepada mereka?” Ia menjawab :Tidak,demi Allah akau tidak akan menyerahkan bagianku darimu. Dan Rosulullah pun menyerahkan wadah itu ke tangannya (Bukhari, Kitabul Hibah 2415) “.
Seorang guru yang memiliki kompetensi kepribadian kreatif adalah yang mampu melakukan interaksi dikelas sehingga tercipta suasana belajar –mengajar yang kondusif.Mampu melihat kompleksitas kemajemukan potensi siswa,mampu menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar,mampu menyesuaikan metode belajar sesuai dengan harapan siswa,mampu memberikan kebermaknaan siswa belajar dan sekaligus mengelola semangat belajar siswa secara berkesinambungan. Yang penting,para guru dalam melaksanakan tugas ,(kompetensi pedadogis) dapat mengendalikan siswa dan membuat suasana kelas menjadi hidup dengan cara yang cerdas sekaligus dapat membangkitkan imajinasi siswa dalam tugas belajarnya.
Pada dasarnya anak anak memiliki kebutuhan rasa ingin tahu sebagai cikal bakal terbentuknya pengetahuan dalam dirinya ,perilaku ini akan berkembang dengan kemampuan anak menjadi kritis dan kreatif.Meraka memiliki cara –cara unik dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang berbeda.Meraka punya jawaban unik dari sebuah persoalan yang berbeda dari kebanyakan anak anak lainnya.Justru ide ide aneh ini adalah original thinking siswa .
Namun sering kali guru dan orang tua menolaknya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.Tugas guru semestinya memberi kesempatan sebanyak banyaknya kepada siswa untuk mengkritisi segala aspek yang dipelajarinya.mengingat anak anak yang memiliki original thinking tidak hanya mengikuti perintah saja tetapi diharapkan mampu menghasilkan sesuatu yang baru dari hasil berpikir kritis mereka.
Dibutuhkan seorang guru yang memiliki kompetensi professional guna mengungkapkan metode /pendekatan baru yang inovatif,pengembangan ,pengayaan materi dengan alat peraga maupun ICT dan secara spesifik dapat mengungkap kreatifitas serta prestasi siswa guna peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa.Sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam pengalaman belajarnya.Mengingat keterlibatan secara aktif siswa dalam kegiatan belajarnya berdampak signifikan terhadap prestasi siswa.Dikarenakan :
1. Dengan siswa terlibat dalam proses kegiatan belajar akan memperkuat dan memperbanyak neouron.dibandingkan siswa diam mendengarkan guru berceramah.
2. Dengan belajar secara aktif siswa dapat memberikan respon bagi guru tentang hal hal yang diplejarinya baik dari yang mereka ketahui dan tidak diketahui serta ingin diketahuinya.
3. Keterlibatan siswa secara aktif dalam tugas belajarnya akan membuat siswa merasa dihargai dan memotivasi diri untuk belajar lebih baik.
4. Dengan keterlibatan secara aktif dalam pengalaman belajar,siswa dapat mengalami sendiriproses belajarnya sehingga memperkuat long term memory nya sehingga tidak mudah dilupakannya.
Jadi seorang guru harus dapat melihat potensi yang dimiliki siswanya. Selanjutnya mengembangkan metode pembelajaran yang dirindukan oleh siswa seperti;
· Meminta siswa untuk berdebat dengan berkompok untuk mempertahankan kebenaran suatu teori dengan pro dan kontra dalam berargumentasi .Dengan dilengkapi kecakapan komunikasi dan data secara persuasive.
· Masing masing kelompok siswa diberi tugas dan diminta memilih pelengkap data teori maupun fakta secara mandiri.
· Bantu siswa untuk terampil memecahkan masalah secara kreatif tanpa emosi dan dapat memahami perbedaan masing masing kelompok.
· Tugas dan fungsi guru adalah seorang pendidik yang mampu memberikan motivasi dan menambah luas wawasan berpikir siswa.
Dengan demikian siswa dapat belajar beragumentasi secara kreatif sekaligus mengasah kemampuan siswa untuk terampil berkomunikasi dengan menyampaikan pendapat secara jelas,sistematis dan bisa dimengerti. Sekaligus mengembangkan karakter demokratis dan karakter toleransi dengan mengembangkan kemampuan mendengarkan masukan /saran dari orang lain dan kemampuan menerima kritikan. Sebagai dasar dari pembentukan original thinking siswa.
Memulai memasang “brand” sebagai strategi mengelola kegiatan sekolah harus dikontekskan dengan budaya di sekolah bersangkutan dan tingkat persaingan di wilayah kerja sekolah.Namun sebelum membangun daya saing sekolah dengan brand atau manajemen sekolah berkarakter ada baiknya disadari dulu pengertian manajemen sekolah berkarakter.
Manajemen sekolah berkarakter adalah pemanfaatan dan pemberdayaan seluruh sumber daya yang dimiliki sekolah,melalui proses dan pendekatan dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efesien ,berdasarkan dan mencerminkan nilai nilai dan norma norma luhur baik terhadap Tuhan TME ,diri sendiri ,sesama ,bangsa maupun lingkungan.
Mengapa perlu manajemen sekolah berkarakter ? Kondisi masyarakat kita yang kehilangan jati diri bangsa ,globalisasi ,percepatan dan perubahan gaya hidup ICT telah membentuk karakter para siswa kita.Maka tidak cukup hanya wajib belajar 12 tahun, sekolah gratis atau nilai ujian tertinggi. Siswa butuh pengaruh yang kuat bersekolah menjadi menyenangkan ,membahagiakan dan bermakna guna berebut pengaruh dengan karakter yang merusak.
Sedangkan manajemen sekolah berkarakter adalah cara kerja dan cara melakukan sesuatu yang menyangkut pola pikir dan pola bertindak seluruh elemen sekolah pada tercipta nya lingkungan sekolah berkarakter.Manajemen sekolah berkarakter bukan tujuan melainkan sebuah pola dan model pelayanan pendidikan yang dihasilkan sebuah proses.Khususnya terkait dengan perencanaan pengembangan sekolah dan manajemen berbasis sekolah.Persoalannya apakah karakter elemen sekolah yang sekarang ada mampu menciptakan brand manajemen sekolah berkarakter….
Siap tidak siap ,mau tidak mau sekolah harus segera saja memulai kegiatan manajemen sekolah berkarakter.Mulai dari visi ,misi,budaya dan filosofi serta perubahan kepemimpinan kepala sekolah dan guru dan staff dan buka sekedar perubahan jargon sekolah.
Tahap pertama menentukan karakter sekolah dari nilai nilai yang dimiliki guru dan staff sekolah kemudian menentukan karakter utama yang dipilih sebagai acuan memulai menentukan karakter sekolah. Misalnya karakter religi,Mandiri dan kreatif ,maka karakter yang dipilih ini dijadikan pedoman perilaku dan budaya layanan pendidikan disekolah bersangkutan.
Tahap kedua :menjaga konsistensi pengembangan karakter sekolah itu oleh team penyelenggara sekolah mulai dari kepala Sekolah ,guru,staff sampai satpam.Mengingat siswa dan orang tuanya serta masyarakat sudah terlanjur percaya pada upaya komunikasi brand yang telah disampaikan sebagai filosofi budaya sekolah.Mulai dari kepantasan beaya , mutu lulusan,kualitas layanan ,pengalaman menyenangkan serta citra positif sekolah.Dengan kata lain masyarakat saat ini butuh mutu dan value pelayanan pendidikan bukan sekedar sekolah gratis..
Tahap ketiga : manajemen sekeloh berkarakter yang ingin membangun brand nya yang mesti dibangun adalah kualitas pelayanan pendidikan yang berbeda tanpa harus menghambur hamburkan beaya publikasi dan promosi lebih mahal dibanding sekolah lain.Dan “persepsi beter of “tanpa harus jual murahan demi mendapatkan siswa banyak. ..
Pendidikan kian mendapatkan sorotan banyak pihak akhir akhir ini .Selama ini keberhasilan pendidikan hanya diukur dari mutu akademik saja ,kebanyakan guru dan masyarakat mengukur keberhasilan penyelenggaraan pendidikan hanya pada tingkat kelulusan 100 % dan nilai ujian nasional saja. Padahal pendidikan yang sesungguhnya bukan cuma capaian akademik saja.mengingat persoalan yang muncul dimasyarakat seperti kriminalitas ,korupsi ,kekerasan ,kejahatan seksual ,perkelahian pelajar,bunuh diri remaja ,perilaku konsumtif kehidupan politik yang tidak positif adalah cermin hilangnya karakter budaya bangsa.
Karena Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik ,sehingga mereka memiliki sistem berpikir ,nilai moral dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut kearah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. Maka pendidikan karakter dan budaya bangsa adalah pengembangan nilai nilai yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia ,agama ,budaya dan nilai nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional.Oleh karena itu manajemen sekolah berkarakter sebagai brand menuntut usaha bersama sekolah yang harus dilakukan secara bersama oleh guru dan pemimpin sekolah melalui semua bentuk pelayanan pendidikan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah.
Buatlah masyarakat sadar bahwa sekolah anda memiliki integritas karena telah menjalankan manajemen sekolah berkarakter…
"Kank, Inovasi adalah kata kunci daya saing termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lantas SDM seperti apa yang t...