Minggu, 15 Januari 2012

Bukan hanya sekedar Guru “Profesional”



“Katakanlah .Dialah yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian ,pendengaran penglihatan dan hati ..supaya kalian bersyukur kepada –Nya atas segenap nikmat Nya. Tetapi ,amat sedikit kalian bersyukur. QS al Mulk .23

Seorang guru profesional tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar sebagai basic competence ,ia harus punya elemen profesional menurut pasal 28,PP No 19 tentang SNP ,pendidik adalah agen pembelajaran yang harus memiliki empat jenis kompetensi ,yakni kompetensi pedagogik,kepribadian ,professional dan social .Dalam konteks itu ,maka kompetensi guru dapat diartikan sebagai pengetahuan yang utuh (knowledge),ketrampilan (knowhow ) dan sikap mental (Mental Attitude) dalam bentuk perangkat tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang calon guru “professional”.ia harus memiliki kecakapan menggunakan berbagai jenis metode untuk menilai kemajuan belajar peserta didik secara berkelanjutan dan mengembangkannya berdasarkan rencana yang telah dibuat sesuai dengan perkembangan peserta didik.

Meskipun konsep pelayanan prima dibidang Pendidikan telah dilatihkan, seminar/workshop,buku dan dijadikan inovasi pedoman pembelajaran,namun masih banyak guru yang enggan mempraktekan dengan berbagai alasan.banyak yang beranggapan” terlalu teoritis ,ganti menteri ganti kebijakan /kurikulum !,kita para guru di buat makin bingung….!”

Pola pikir seperti itu yang melanda sebagian guru ini tentu harus di”luruskan ‘ mengingat kondisi masyarakat saat ini telah berubah drastic.Perilaku dan gaya hidup siswa telah berubah sangat cepat.sehingga setiap orang tua semestinya harus berjuang lebih keras dan berpikir lebih cerdas untuk berebut “pengaruh” .Termasuk para guru “profesional”.Sayangnya,banyak guru (“profesional”)

Yang tidak memperhatikan dan mempedulikan hal ini.Banyak sekolah yang akhirnya stagnan,terjebak hanya ber orientasi pada “prestasi”akademik saja atau malah tidak berprestasi karena para guru “profesional “ tidak memahami arti pendidikan yang sesungguhnya.

Ingat,siswa saat ini bisa lebih canggih dalam memperoleh berbagi informasi dari yang bermanfaat samapi informasi sampah.mereka mendapatkannya dari berbagai media;Koran majalah,radio ,televisi sampai internet secara mudah ,murah dan cepat.Akibatnya bisa mempengaruhi perilaku,gaya hidup dan karakter siswa.

Inilah saatnya para guru “professional “ menunjukan jati diri seorang guru yang sejati.Sebelum nya peran guru hanya memintarkan peserta didik dari sisi akademik saja .Namun sat ini ,membuat anak meraih nilai ujian nasional tertinggi saja tidak cukup.Siswa tidak bisa hanya dijelali berbagi macam teori . pendidikan memerlukan guru guru yang lebih dari sekedar” professional”.

Seorang guru yang lebih sekedar dari professional harus mempunyai future knowledge dan student knowledge.

Selain tugas ‘mengajar,seorang guru harus mengetahui besarnya pengaruh “dunia-luar sekolah”. Dengan begitu ,ia akan bisa menentukan rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan mempertimbangkan “potensi- utuh” siswa secara jujur ,apa saja potensi intelektual dan keberbakatan yang bisa dikembangkan.Siswa dan orang tuanya dapat dipastikan menghargai seorang guru yang jujur memikirkan kepentingan terbaik anaknya dari pada guru yang asal mengajar kurang akurat.

Selain future knowledge dan student knowledge seorang guru juga harus mampu menciptakan “value”,kebermaknaan siswa dalam belajarnya.”Value” ini ini tercipta dari kompetensi pedagogic melalui memahami peserta didik secara mendalam dengan memanfaatkan prinsip –prinsip perkembangan kognitif dan kepribadian siswa.Juga menerapkan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik ,kompetensi yang ingin dicapai serta tercipatanya iklim pembelajaran yang kondusif.Dengan memberikan saran ,layanan dan hubungan komunikasi yang harmonis sehingga mendapat respect dan trust dari siswa,orang tuanya dan masyarakat’

Mengingat “kejamnya “ dunia luar yang melingkupi siswa.Sebagai seorang guru professional tidak cukup hanya bangga dengan mengantar anak meraih Nilai Ujian Nasional Tertinggi atau melengkapi diri dengan segudang "porto folio" .Namun resep nya sederhana bekali diri anda dengan ketrampilan dan pengetahuan yang mendalam tentang keahlian ilmu yang anda miliki,pengaruh dunia yang dihadapi siswa,masa depan siswa dan terutama karakter unik siswa anda sendiri.

Minggu, 08 Januari 2012

Mengasah “Original- Thinking” Siswa


“Telah disajikan minuman kepada Rosulullah SAW,lalu beliau meminumnya sedang disebelah kanannya terdapat seorang anak remaja dan disebelah kirinya duduk orang dewasa. Sesudah minum beliau bertanya kepada remaja ;”apakah engkau setuju jika aku memberi minum mereka terlebih dulu kepada mereka?” Ia menjawab :Tidak,demi Allah akau tidak akan menyerahkan bagianku darimu. Dan Rosulullah pun menyerahkan wadah itu ke tangannya (Bukhari, Kitabul Hibah 2415) “


Seorang guru yang memiliki kompetensi kepribadian kreatif adalah yang mampu melakukan interaksi dikelas sehingga tercipta suasana belajar –mengajar yang kondusif.Mampu melihat kompleksitas kemajemukan potensi siswa,mampu menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar,mampu menyesuaikan metode belajar sesuai dengan harapan siswa,mampu memberikan kebermaknaan siswa belajar dan sekaligus mengelola semangat belajar siswa secara berkesinambungan. Yang penting,para guru dalam melaksanakan tugas ,(kompetensi pedadogis) dapat mengendalikan siswa dan membuat suasana kelas menjadi hidup dengan cara yang cerdas sekaligus dapat membangkitkan imajinasi siswa dalam tugas belajarnya.

Pada dasarnya anak anak memiliki kebutuhan rasa ingin tahu sebagai cikal bakal terbentuknya pengetahuan dalam dirinya ,perilaku ini akan berkembang dengan kemampuan anak menjadi kritis dan kreatif.Meraka memiliki cara –cara unik dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang berbeda.Meraka punya jawaban unik dari sebuah persoalan yang berbeda dari kebanyakan anak anak lainnya.Justru ide ide aneh ini adalah original thinking siswa . Namun sering kali guru dan orang tua menolaknya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.Tugas guru semestinya memberi kesempatan sebanyak banyaknya kepada siswa untuk mengkritisi segala aspek yang dipelajarinya.Mengingat anak anak yang memiliki original thinking tidak hanya mengikuti perintah saja tetapi diharapkan mampu menghasilkan sesuatu yang baru dari hasil berpikir kritis mereka.

Dibutuhkan seorang guru yang memiliki kompetensi professional guna mengungkapkan metode /pendekatan baru yang inovatif,pengembangan ,pengayaan materi dengan alat peraga maupun ICT dan secara spesifik dapat mengungkap kreatifitas serta prestasi siswa guna peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa.Sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam pengalaman belajarnya.Mengingat keterlibatan secara aktif siswa dalam kegiatan belajarnya berdampak signifikan terhadap prestasi siswa.Dikarenakan :

1. Dengan siswa terlibat dalam proses kegiatan belajar akan memperkuat dan memperbanyak neouron.dibandingkan siswa diam mendengarkan guru berceramah.

2. Dengan belajar secara aktif siswa dapat memberikan respon bagi guru tentang hal hal yang diplejarinya baik dari yang mereka ketahui dan tidak diketahui serta ingin diketahuinya.

3. Keterlibatan siswa secara aktif dalam tugas belajarnya akan membuat siswa merasa dihargai dan memotivasi diri untuk belajar lebih baik.

4. Dengan keterlibatan secara aktif dalam pengalaman belajar,siswa dapat mengalami sendiriproses belajarnya sehingga memperkuat long term memory nya sehingga tidak mudah dilupakannya.

Jadi seorang guru harus dapat melihat potensi yang dimiliki siswanya. Selanjutnya mengembangkan metode pemblajaran yang dirindukan oleh siswa seperti;

· Meminta siswa untuk berdebat dengan berkompok untuk mempertahankan kebenaran suatu teori dengan pro dan kontra dalam berargumentasi .Dengan dilengkapi kecakapan komunikasi dan data secara persuasive.

· Masing masing kelompok siswa diberi tugas dan diminta memilih pelengkap data teori maupun fakta secara mandiri.

· Bantu siswa untuk terampil memecahkan masalah secara kreatif tanpa emosi dan dapat memahami perbedaan masing masing kelompok.

· Tugas dan fungsi guru adalah seorang pendidik yang mempu memebrikan motivasi dan menambah luas wawasan berpikir siswa.

Dengan demikian siswa dapat belajar beragumentasi secara kreatif sekaligus mengasah kemampuan siswa untuk terampil berkomunikasi dengan menyampaikan pendapat secara jelas,sistematis dan bisa dimengerti. Sekaligus mengembangkan karakter demokratis dan karakter toleransi dengan mengembangkan kemampuan mendengarkan masukan /saran dari orang lain dan kemampuan menerima kritikan. Sebagai dasar dari pembentukan original thinking siswa…

Sabtu, 31 Desember 2011

“Service Culture “ , Peran Kepala Sekolah Berkarakter


Kank,Mungkinkah budaya melayani itu ditumbuhkan dalam manajemen sekolah..?


Wahai orang –orang beriman ,dermakanlah apa yang telah Kami rezekikan pada kalian sebelum datang hari tidak ada jual –beli ,persahabatan dan syafaat didalamnya Al Baqarah :254

Dimasa depan dunia sekolah berhadapan dengan banyak pesaing ,persaingan antar sekolah dalam dan luar negeri ,home schooling sampai pilihan untuk putus sekolah.Karena itu mau tidak mau sekolah harus mengembangkan budaya pelayanan prima didalam kegiatan penyelenggaraan pendidikan.


Sekolah yang telah memiliki budaya pelayanan ,(service culture ) akan memiliki “konsumen” yang puas dengan hasil proses pendidikan ,punya “konsumen” yang loyal yang membantu program kegiatan sekolah. Serta mendapatkan promosi gratis dari mulut kemulut tentang keunggulan pelayanan disekolah bersangkutan . Sangat boleh jadi akan banyak pihak (masyarakat &dunia usaha ) yang akan memberikan dukungan terhadap kegiatan sekolah.Dengan demikian sekolah dapat menggalang partisipasi stakeholder dalam penyusunan RKS dan RKAS dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Dibutuhkan top management alias kepala sekolah yang percaya bahwa budaya pelayanan adalah sesuatu yang amat penting dalam penyelenggaraan kegiatan sekolah. Karena apapun yang terjadi siswa harus memasuki lingkungan sekolah yang bisa dirasakan memberikan kemudahan ,kenyamanan serta kebahagiaan baginya. Lantaran itu budaya pelayanan disekolah amat tergantung dari people dan system ,kedua hal itu dalam penguasaan Kepala Sekolah.


Sederhana saja ,Budaya pelayanan di sekolah harus melibatkan semua guru dan staff sekolah hingga kepala sekolah.Dalam pengambilan keputusan tidak harus menggunakan komando kepala sekolah atau dinas terkait untuk urusan internal sekolah,bukan top down !. Karena guru bersangkutan semestinya orang orang yang menguasai bidang dan siswanya.Sedangkan pemimpinnya lebih menguasai fungsi –fungsi strategis.


Pendekatan yang manusiawi kepada staff dan guru oleh kepala sekolah . Apalagi , jika kondisi sekolah belum kondusif. Mengenal dari hati kehati ,bicara dan mendengarkan apapun masalah yang dihadapi guru.Dengan begitu guru tidak merasa sebagai objek penderita atau merasa hanya dimanfaatkan tenaganya saja. Perlunya menanamkan pada staff dan guru untuk selalu menjadi ‘terbaik dan dikagumi ‘salah satu yang harus dikagumi adalah hal pelayanan adalah memberi kepuasan belajar siswa.Intinya memberi pelayanan maksimal dan bagus.


Kepala sekolah harus mampu menciptakan program role modelling dengan mewujudkan school values ,yakni integrity ,challenge ,innovate ,consistency dengan menciptakan persaingan dan kesempatan kerja yang fair play.Dimulai dari Kepala sekolah harus memberikan contoh kepada bawahannya tentang service yang baik,kedua ,memberikan penjelasan visi kepada bawahan secara jelas dan senantiasa mengingatkan agar seluruh elemen sekolah membuat review kerja setiap hari.Komitmen kepala sekolah adalah memberikan support kepada mereka..!

Senin, 19 Desember 2011

Workshop Desiminasi Inovasi Kurikulum ,PPMA Dinas Pendidikan Jatim &Yayasan Practica





Foto kegiatan Workshop Semiloka Disemenisai Inovasi Kurikulum pendidikan Krakter ,PPMA Dinas Pendidikan Jatim dan Yayasan Practica Di Hotel Tanjung 19-20 Desember 2011

Jumat, 09 Desember 2011

Penghambat Kreatifitas Siswa dan Solusinya dalam KBM


Pak Hari,apa yang menyebabkan guru dan siswa menjadi tidak kreatif pada kegiatan pembelajaran…?


Secara sederhana ,Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggapan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggapan yang sudah ada.Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdayacipta (creative thinking) (kadang disebut pemikiran bercabang) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Wiki Pedia.

Pola pikir seseorang akan menentukan bagaimana orang itu berperilaku :

1. Guru yang merasa tidak bisa kreatif tidak pernah bisa membuat siswanya kreatif ,karena itu guru harus yakin bahwa kreatifitas itu bukan "given" tapi sebuah upaya kreatif.memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar adalah salah satu kreatifitas guru.

2. Guru merasa bukan wilayah keimuaannya,padahal ilmu pengetahuan itu luas dan bisa saling berkaitan . Maka guru harus banyak membaca,menambah informasi agar wawasan pengetahuannya luas . guru kreatif akan membuat siswa berkembang imajinasinya.

3. Guru melarang siswa melakukan kesalahan. Padahal dalam belajar kesalahan adalah jical bakal perbaikan dan penyempurnaan sebuah pengalaman belajar. Guru harus mengajak siswa belajar dari kesalahan dan menemukan solusi menyelesaikan masalah.

4. Guru mengatakan dan menganggap siswanya bodoh. Justru lantaran siswa merasa bodoh guru semestinya dapat membangkitkan semangat belajarnya. Jika guru merasa pintar guru enggan belajar.

5. Terpaku pada konsep atau teori yang tercantum di buku paket,padahal pengetahuan terus tumbuh dan berkembang. Guru semestinya membimbing siswa untuk mengembangkan pengetahuan siswa dari berbagai sumber.

6. Guru berprinsip hanya ada satu jawaban yang benar sebagaimana terdapat dalam kunci jawaban soal. Mungkin pendapat ini tidak salah namun bisa saja salah kuncinya,bisa juga jawabanya itu sudah " kadaluwarsa" atau bisa saja siswa punya alasan tertentu mengapa menjawab berbeda dengan kunci. Keberanian guru mendengarkan dan mengeksplorasi jawaban siswa adalah langkah bijak

Dalam mengembangkan kreatifitas semua bisa LOGIS selama guru dan siswa dapat membuktikan impian dan imajinasinya.

Konsultasi Humas Pendidikan: 4 Ciri SDM Sekolah Tidak Berdaya Saing (2)

"Kank, Inovasi adalah kata kunci daya saing termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Lantas SDM seperti apa yang   t...